Tag

, , ,

Untuk melakukan proses backup ke external hardisk maka langkah yang harus dilakukan saya paparkan berikut ini.

ASUMSI

  • Saya memiliki external hardisk dan dikenali sebagai /dev/sdb1
  • mount point dari /dev/sdb1 ke mesin adalah di /home/backup/external
  • external hardisk telah di format sebagai file system milik linux, yaitu ext4 dengan perintah “mkfs.ext4 /dev/sdb1”

INSTALASI & SETTING autofs

Menggunakan autofs kita bisa terhindar dari kebutuhan untuk melakukan mounting secara manual terhadap perangkat external hardisk kita.

# install autofs

Lakukan copy terhadap /etc/auto.misc dan lakukan editing terhadap hasil copy ( dalam hal ini namanya adalah auto.devbackup ) …

# cp /etc/auto.misc /etc/auto.devbackup
# nano /etc/auto.devbackup

Pada isi dari auto.devbackup saya deklarasikan perintah untuk melakukan mount terhadap hardisk external. Berikut kurang lebih isinya …

external -fstype=ext4 :/dev/sdb1

Langkah selanjutnya adalah melakukan editing terhadap file auto.master yang merupakan konfigurasi master autofs.

# nano /etc/auto.master

Disini sebelum baris +auto.master saya tambahkan perintah untuk melakukan indirect mounting ke folder /home/backup. Berikut kurang lebih isinya …

< ... isi yang lain ... >
/home/backup /etc/auto.devbackup
+auto.master

Restart autofs …

# /etc/init.d/autofs restart

Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa lokasi mount telah tersedia foldernya sesuai yang diinginkan. Pada perintah saat membuat folder /home/backup/external maka seharusnya secara otomatis automount akan melakukan proses mount dari /dev/sdb1 ke /home/backup/external …

# mkdir -p /home/backup
# mkdir -p /home/backup/external
# ls /home/backup/external

Untuk melihat jalan tidaknya bisa di check dengan memerintahkan automount melakukan dump terhadap informasi map yang di load …

# automount -m

Hasilnya kurang lebih …

autofs dump map information
===========================

global options: none configured

Mount point: /home/backup

source(s):

  instance type(s): file
  map: /etc/auto.devbackup

  external | -fstype=ext4		:/dev/sdb1

MENGGUNAKAN UUID

Silahkan dibaca mengenai UUID pada tulisan lainnya di blog ini.

Di check nilai UUID milik /dev/sdb1 …

# blkid /dev/sdb1
/dev/sdb1: UUID="0ca8a974-9cd9-4078-a45f-f7cb05a4eb76" TYPE="ext4"

Kemudian di edit lagi /etc/auto.devbackup dan diganti nilai /dev/sdb1 untuk key external yang di set diatas menjadi nilai UUIDnya …

# nano /etc/auto.devbackup

Berikut kurang lebih isinya …

external -fstype=ext4 :UUID=0ca8a974-9cd9-4078-a45f-f7cb05a4eb76

Jangan lupa restart autofs …

# /etc/init.d/autofs restart

MEMBUAT STORAGE BACKUP DI PROXMOX

Login ke web admin PROXMOX dan login sebagai root.

Akses Datacenter -> Storage …

Klik menu Add->Directory …

Isikan:
– ID: external-backup
– Directory: /home/backup/external
– Content: Backups
– Enable: dicentang
– Max Backups: 6

Lalu klik OK dan tunggu hingga selesai.

Nilai dari “Max Backups” merujuk pada jumlah backup yang bisa disimpan milik satu node OpenVZ. Apabila kita pilih 1 maka setiap proses backup hanya akan disimpan 1 file backup saja ( file yang sebelumnya dihapus ). Jadi kalau 6 kita menginginkan untuk menyimpan hingga 6 kali proses backup dilakukan.

Untuk melakukan testing lakukan backup dengan memilih salah satu node dan pilih tab Backup serta tombol menu “Backup Now”. Pada pilihan isian dari storage pilih “external-backup” dan Mode Snapshot. Klik Backup dan tunggu hingga selesai.

Setelah proses backup selesai, silahkan klik external-backup dari list node VM dan storage yang ada pada panel kanan dan perhatikan apakah sudah berhasil tersimpan berupa file dengan ID yang merujuk pada ID VM yang di backup.

Selain itu untuk memastikan maka bisa dilakukan dari command shell.

AUTOMATIC BACKUP

Tentu saja tidak nyaman kalau harus melakukannya secara manual, disini kegunaan automatic backup disediakan.

Dari web admin PROXMOX pilih Datacenter -> Backup.

Klik tombol menu Add dan muncul jendela memasukkan “Backup Job”.

Isikan …

  • Storage: external-backup
  • Day Of Week: < PILIH DARI SENIN s/d SABTU karena kita ingin setiap hari kecuali minggu >
  • Start Time: < PILIH JAM MULAI backup – ambil yang sekiranya jarang pengakses >
  • pilih VM yang akan dibackup

KLIK OK

Selesai🙂

Ide: