Tag

Di salah satu tempat client kami melakukan instalasi untuk keperluan aplikasi berbasis web yang termasuk dalam aplikasi kritis. Akan tetapi saat mesin yang dijadikan sebagai server menggunakan HP ML310e Gen 8 v2, Debian Wheezy tidak dapat mengenali RAID controller yang dimiliki oleh bawaan HP tersebut ( kami berencana untuk melakukan instalasi menggunakan RAID 1 ) dikarenakan permasalahan driver di Debian.

Hal ini mengakibatkan pada saat instalasi, installer hanya dapat mengenali hardisk sebagai dua physical yang terpisah dan tidak lagi sebagai sebuah RAID ( yang biasanya dikenali pada sistem bawaan HP sebagai device dengan nama /dev/csi* ). Menggunakan distro lain saat ini bukanlah pilihan karena kewajiban dan masalah lisensi yang mengharuskan menggunakan debian.

Pada saat instalasi Debian mendeteksi 2 buah hardisk yang dikenali sebagai /dev/sda dan /dev/sdb.

Karena beberapa kepentingan lainnya yang mendesak kami memutuskan untuk melakukan instalasi pada /dev/sda TANPA melakukan pula setting RAID 1. Well, saya bayangkan ini sebagai sesuatu yang agak bodoh karena sejatinya proses instalasi RAID dapat lebih mudah dilakukan pada saat instalasi.

Namun, tidak ada hal yang sia-sia bukankah demikian?

Disaat instalasi selesai dilakukan kemudian permasalahan berikutnya muncul. Saat GRUB melakukan load ternyata GRUB gagal menentukan bagian partisi yang bisa untuk diload. Muncul error kira-kira berbunyi file system tidak dapat dikenali😦

Dari googling dan lain-lain hingga proses gonta-ganti setting GRUB melalui DVD rescue mode pun tidak mendapatkan hasil yang bisa dijalankan.

Hingga kami melakukan pergantian item pada BIOS yang mengatur setting controller pada hardisk agar menggunakan SATA legacy, dan tidak menggunakan smart array.

GRUB pun berjalan dengan normal dan kami lanjutkan dengan instalasi berbagai aplikasi yang diperlukan.

Namun, tantangan berikutnya lebih menantang; yaitu bagaimana melakukan instalasi RAID 1 pada sistem yang berjalan.