Tag

, , ,

Untuk kali ini Kami memerlukan sebuah proses backup data ke USB External Hardisk yang akan digunakan sebagai backup terakhir terhadap data kritis, setelah dilakukan proses backup ke file server yang telah ada.

Setelah itu, untuk menjaga-jaga kalau Gedung terbakar maka USB External Hardisk dalam beberapa waktu tertentu akan dibawa ke Gedung lainnya dan disimpan sebagai cadangan kalau terjadi suatu dan lain hal. Sebenarnya hal ini bisa dilakukan dengan cara lain, yaitu melakukan setup server pada Gedung lain atau melakukan pembelian paket space pada Data Provider. Akan tetapi untuk cara ini karena keterbatasan dana sementara tidak dilakukan.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam hal ini:

  • melakukan setting USB External Hardisk
  • melakukan instalasi autofs
  • melakukan instalasi Rsnapshot
  • automatisasi backup dengan cron

Berikut ini adalah detail langkah dimaksud.

Melakukan Setting USB External Hardisk

Kami melakukan pembelian USB External Hardisk merk SEAGATE 1 TB. Lalu konektor USB dipasang pada colokan dan dilakukan proses deteksi apakah dikenali oleh system.

# fdisk -l
[ snif ... snif ... ]
Disk /dev/sda: 1000.2 GB, 1000204886016 bytes
1 heads, 63 sectors/track, 31008336 cylinders
Units = cylinders of 63 * 512 = 32256 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x0afa0710

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *           2    31008256   976760032+   7  HPFS/NTFS
[ snif ... snif ... ]

Disitu terlihat bahwa USB External Hardisk tadi dikenali sebagai /dev/sda1. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan format menggunakan perintah

# mkfs.ext4 /dev/sda1

Tentu saja Kami harus berhati-hati jangan sampai salah format🙂 Proses dijalankan dan lamanya waktu tergantung dari kecepatan proses di Komputer serta besar dari perangkat yang di format.

Melakukan Instalasi autofs

Agar memudahkan proses mounting pada USB External Hardisk tadi maka digunakanlah autofs. Tinggal dilakukan proses penginstalan ..

#apt-get install autofs

Kemudian edit file /etc/auto.master dan tambahkan perintah berikut ini pada bagian akhir …

/var/autofs/removable /etc/auto.usbdrive --timeout=2,sync,nodev,nosuid

Setelah itu buatlah file /etc/auto.usbdrive dengan isi file …

usbdrive -fstype=auto UUID=dde18ccb-7053-44d9-a580-5ebe9fddab0c

Adapun nilai dari UUID adalah nilai ID unique daripada perangkat penyimpanan tadi, didapatkan dengan perintah

#blkid

atau bisa dengan perintah …

# tune2fs -l /dev/sda1 | grep UUID

Perhatikan pada perintah tersebut /dev/sda1 merupakan perangkat yang tadi akan dijadikan sebagai tempat backup. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang UUID terdapat pada tulisan di Blog ini juga :https://ulunrapuydebian.wordpress.com/2012/02/28/mount-device-menggunakan-uuid/.

Lakukan restart pada autofs daemon ..

#/etc/init.d/autofs restart

Setelah itu tinggal dilakukan test dengan melakukan akses ke /var/autofs/removable/usbdrive.

# cd /var/autofs/removable/usbdrive

Kemudian lakukan pula perintah …

#df -h
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/cciss/c0d0p1     815G  6.8G  766G   1% /
none                  2.0G  236K  2.0G   1% /dev
none                  2.0G     0  2.0G   0% /dev/shm
none                  2.0G   56K  2.0G   1% /var/run
none                  2.0G     0  2.0G   0% /var/lock
none                  2.0G     0  2.0G   0% /lib/init/rw
none                  815G  6.8G  766G   1% /var/lib/ureadahead/debugfs
/dev/sda1             917G   26G  845G   3% /var/autofs/removable/usbdrive

Perhatikan disitu terlihat /dev/sda1 telah di mount ke /var/autofs/removable/usbdrive.

Langkah selanjutnya agar tidak selalu menuliskan folder panjang tersebut Kami buatkan symbolic link ..

#ln -s /var/autofs/removable/usbdrive /usbbackup

Melakukan Instalasi Rsnapshot

Rsnapshot adalah aplikasi yang memberikan fasilitas untuk melakukan backup di local maupun remote system. Menggunakan rsync dan hard links, rsnapshot memberikan kemampuan bagi Kami agar mampu menyimpan data backup secara periodik, dengan space yang digunakan merupakan besar data pada pertama kali backup plus dengan tambahan/perubahan berikutnya.

Untuk melakukan instalasi rsnapshot …

#apt-get install rsnapshot
#cp /etc/rsnapshot.conf /etc/rsnapshot.conf-ORIG
#nano /etc/rsnapshot.conf

Kemudian pada tujuan kali ini adalah melakukan penyimpanan dari data Server ke USB Hardisk yang baru disetting diatas, maka akan dilakukan proses perubahan konfigurasi milik rsnapshot di /etc/rsnapshot.conf dengan merubah nilai dari snapshot_root menjadi …

snapshot_root   /usbbackup/

Kemudian untuk interval backup di tempat Kami dengan nilai berikut:

interval        hourly  6
interval        daily   7
#interval       weekly  4
#interval       monthly 3

Kemudian setting untuk melakukan backup, misalkan yang ingin Kami backup adalah folder /home/business maka

backup   /home/business/      localhost/

Perhatikan bahwa penulisan konfigurasi dalam satu baris harus ada TAB. Bila tidak maka rsnapshot tidak dapat berjalan.

Lalu simpan hasil konfigurasi dan Kami lakukan test dengan menjalankan perintah …

#rsnapshot -t hourly

Parameter -t hanya melakukan test sedangkan hourly untuk melakukan simulasi dilakukan per jam/hour. Apabila tidak ada pesan error, maka proses berhasil.

Apabila ingin langsung melakukan backup maka tinggal jalankan saja tanpa parameter -t.

Automatisasi Backup dengan CRON

Agar tidak mengulang-ulang proses secara manual, maka Kami menambahkan perintah tersebut pada aplikasi cron, yang akan melakukan eksekusi suatu perintah sesuai dengan parameter waktu yang Kami berikan.

Perlu diketahui bahwa pada konfigurasi waktu di rsnapshot, sebagai contoh diatas interval hourly adalah 6, maka hal ini menyatakan bahwa rsnapshot akan menyimpan snapshot data sejumlah 6 kali, jadi bukan berarti bahwa dalam satu hari dilakukan 6 kali, namun 6 disini menunjukkan berapa langkah ke belakang (inkremental) data disimpan.

Selanjutnya untuk memerintahkan waktu agar rsnapshot melakukan penyimpanan harus dilakukan oleh Kami secara manual.

Untuk itu Kami jalankan perintah untuk melakukan editing cron (sebagai ROOT) …

#crontab -e

Kemudian Kami tambahkan perintah …

# m h  dom mon dow   command
#lakukan tiap sela 4 jam sekali setiap hari
10      */4     *       *       *       rsnapshot hourly
# lakukan pada pukul 3 AM dan di hari minggu
0       3       *       *       0       rsnapshot daily

DONE!

Sumber: