Tag

Proses pembelajaran selanjutnya adalah melakukan instalasi DNS Server. Dalam bayangan yang ada pada saya saat ini adalah: “Saya ingin agar pada saat saya mengelola jaringan nantinya, saya tidak perlu lagi menghapalkan nomor IP yang terkadang karena banyaknya komputer yang terhubung akan sulit sekali dihapalkan”. Pada prinsip atau kata yang sederhana, mempergunakan DNS Server saya bisa mewujudkan bayangan yang saya impikan tersebut.

NB: Tulisan ini adalah kelanjutan kegiatan belajar saya untuk membuat LAN dengan server DEBIAN Etch. Untuk informasi tentang latar belakang, serta topology jaringan yang saya gunakan bisa dilihat pada tulisan sebelumnya.

Sebagai perencanaan awal saya telah menetapkan lewu-tatau.lan adalah nama domain untuk LAN saya tersebut, dimana penomoran IP komputernya menggunakan format 192.168.10.0/24. Pengambilan nama tersebut saya ambil karena kemungkinannya untuk digunakan di internet sangat sedikit atau tidak mungkin, mengingat saat terhubung dengan internet kemungkinan untuk terjadi konflik pada nama tersebut tidak diperbolehkan.

Pada proses pertama saya akan melakukan instalasi Bind 9, yaitu sebuah aplikasi untuk implementasi dari konsep DNS Server yang paling banyak digunakan saat ini. Menggunakan Debian Etch di konsol saya ketikkan saja:

# apt-get install bind9

Pada komputer tempat saya melakukan instalasi BIND, yaitu di 192.168.10.5 maka saya melakukan pengeditan di file /etc/resolv.conf

domain lewu-tatau.lan
search lewu-tatau.lan
nameserver 127.0.0.1

Sederhananya, domain dan search akan menunjukkan domain yang digunakan, serta nameserver menunjukkan IP dari DNS Server yang saya gunakan. Karena saya mengedit di komputer tempat instalasi BIND, maka saya memasukkan nomor 127.0.0.1.

Sebagai pemberitahuan bahwa versi BIND yang saya install adalah versi “9.3.4“.

Persiapan

Sebagai gambaran awal penamaan komputer di LAN yang saya gunakan, berikut adalah daftarnya.

  • 192.168.10.1 bernama http://www.lewu-tatau.lan
  • 192.168.10.2 bernama ftp.lewu-tatau.lan
  • 192.168.10.5 bernama dns.lewu-tatau.lan (tempat instalasi BIND)

Zone File

Zone File adalah inti dari proses jalannya BIND. Pada file ini terletak konfigurasi yang akan dijadikan acuan DNS Server dalam melakukan proses pelacakan dan translasi penamaan ke nomor IP, pada file ini terletak informasi yang berkaitan dengan suatu domain.

Untuk mengetahui lokasi penempatan Zone File, saya melihat dahulu di file /etc/bind/named.local.options, pada bagian

options {
<< any setting >>
directory "/var/cache/bind";
<< any setting >>
};

Saya memutuskan untuk menggunakan yang default saja dan dilanjutkan dengan membuat sebuah file di folder yang ditunjuk, yaitu di “/var/cache/bind/” berikut ini.

Domain Zone Files

Untuk domain zone files saya memberikannya nama “db.lewu-tatau.lan” dengan isi sebagai berikut:

;
; Zone file untuk lewu-tatau.lan
; July 01, 2008
;
$TTL 3D
@ IN SOA lewu-tatau.lan. yan-toni.lewu-tatau.lan. (
2008070101; serial
8H ; refresh, seconds
2H ; retry, seconds
4W ; expire, seconds
1D) ; minimum, seconds
;
IN NS dns.lewu-tatau.org.
; currently we don't need to setup mail
; IN MX 10 mail.lewu-tatau.org.
www IN A 192.168.10.1
ftp IN A 192.168.10.2
dns IN A 192.168.10.5

Untuk baris diawali ‘;’ merupakan komentar. Pada baris pertama merupakan mandatory, lalu baris selanjutnya memberikan dimana zona sekarang dan penanggungjawabnya. Baris yang paling bawah menunjukkan pengalamatan nama dan nomor IP komputer pada zona bersangkutan.

Domain Reverse Files

Untuk reverse files saya memberikannya nama “db.10.168.192” dengan isi sebagai berikut:

; BIND reverse data file for 192.168.10.0/24
$TTL 3D
@ IN SOA lewu-tatau.lan. yan-toni.lewu-tatau.lan (
2008070101; serial
8H ; refresh, seconds
2H ; retry, seconds
4W ; expire, seconds
1D ) ; minimum, seconds
;
IN NS dns.lewu-tatau.lan.
1 IN PTR http://www.lewu-tatau.lan.
2 IN PTR ftp.lewu-tatau.lan.
5 IN PTR dns.lewu-tatau.lan.

Kalau pada Domain Zone Files dari nama ke IP, sekarang ini bisa dikatakan dari IP ke namanya.

Menambah Zone Local

Agar zona local untuk lewu-tatau.lan bisa dikenali maka saya harus menambahkannya di file “/etc/bind/named.conf.local” dan menambahkannya dengan isian:

#definisi dari lewu-tatau.lan
zone "lewu-tatau.lan" {
type master;
file "db.lewu-tatau.lan";
};

#definisi dari subnet saya di 192.168.10.0/24
zone "10.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "db.10.168.192";
};

Lalu hasil perubahan di simpan.

Forwarders

Apabila DNS Server yang saya miliki tidak bisa memproses permintaan, maka DNS Server ini bisa mem-forward permintaan tersebut ke server DNS Lainnya. Untuk melakukan setting tersebut telah saya pastikan bahwa alamat server tersebut bisa dicapai/digunakan. Untuk melakukannya saya tinggal mengubah nilai dari forwarders di file “/etc/bind/named.conf.options” menjadi

forwarders {
203.130.xxx.xxx;
};

Lalu hasil perubahan di simpan.

Untuk mendapatkan hasilnya saya harus melakukan restart untuk server ini dengan melakukan perintah bind9 restart …

lewu-tatau:/etc/bind# /etc/init.d/bind9 restart
Stopping domain name service...: bind.
Starting domain name service...: bind.

Untuk mengetahui benar tidaknya konfigurasi, di test dengan melakukan ping terhadap nama yang sudah didefinisikan diatas. Misalnya disini saya melakukan ping ke dns.lewu-tatau.lan.

lewu-tatau:/etc/bind# ping dns.lewu-tatau.lan
PING dns.lewu-tatau.lan (192.168.10.5) 56(84) bytes of data.
64 bytes from dns.lewu-tatau.lan (192.168.10.5): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.049 ms
64 bytes from dns.lewu-tatau.lan (192.168.10.5): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.041 ms

--- dns.lewu-tatau.lan ping statistics ---
2 packets transmitted, 2 received, 0% packet loss, time 1001ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.041/0.045/0.049/0.004 ms

Selesai …

Referensi: