Tag

Lagi bingung tentang koneksi diantara 2 LAN terus tanya sana-sini baik di forum linux Indonesia dan juga forum Debian Internasional, akhirnya mendapatkan jawabannya…

Sebelum itu beginilah konfigurasi jaringan di tempat saya bekerja.

Topologi Jaringan Tempat SayaSaya memiliki sebuah jaringan yang digunakan sebagai jaringan untuk pelatihan, menggunakan konfigurasi IP 10.10.4.0/24, yang saya sebutkan sebagai LAN-A.

Pada LAN-A ini terdapat sebuah mesin ~ komputer ~ yang dijadikan sebagai server untuk PROXY, APACHE serta konfigurasi untuk menyambung ke FIREWALL dengan nomor IP 10.10.4.1 seperti yang terlihat pada gambar disamping.

Kemudian permasalahan muncul saat saya harus menggabungkan jaringan ini dengan jaringan yang terpisah di kantor saya dengan konfigurasi IP 192.168.10.0/24 yang kemudian saya sebut LAN-B. Untuk ini berdasarkan berbagai referensi maka saya harus menambahkan sebuah mesin sebagai tempat untuk routing paket informasi diantara LAN-A dan LAN-B.

Sebuah mesinpun disiapkan dengan 2 buat kartu ethernet terinstall di komputer tersebut. Kartu yang saya jadikan untuk LAN-A saya berikan IP 10.10.4.55 dan yang menghadap LAN-B saya berikan IP 192.168.10.5. Untuk itu saya harus mendefinisikan konfigurasi tersebut di mesin baru tersebut dengan mengubah isi dari file /etc/network/interfaces, menjadi seperti dibawah ini:

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# Set punya kita
# yang ini konek ke dhcp punya lpse
auto eth0
#iface eth0 inet dhcp
# test untuk dibikin fix ...
iface eth0 inet static
address 10.10.4.55
netmask 255.255.255.0
network 10.10.4.0
broadcast 10.10.4.255
gateway 10.10.4.1

#sekarang tambah lagi untuk kartu baru
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.10.5
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
#gateway 10.10.4.1

Untuk mesin ini, agar bisa melakukan routing dari LAN-A <-> LAN-B ternyata saya hanya perlu mengaktifkap IP 4 forwarding dengan menggunakan perintah:

# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Agar perintah ini bisa dikenal pada waktu komputer melakukan restart, maka saya tambahkan pada baris terakhir di file /etc/sysctl.conf dengan baris perintah berikut ini:

#enable packet forwarding
net.ipv4.ip_forward = 1

Lalu semua komputer yang ada di LAN-B harus menjadikan 192.168.10.5 sebagai gatewaynya.

Namun persoalan belum selesai, karena di LAN-A sudah menggunakan 10.10.4.1 sebagai gatewaynya agar bisa terhubung dengan Internet, sehingga saya tidak bisa mengubah gateway komputer LAN-A ini menggunakan 10.10.4.55 seperti kalau saya menyetting komputer di LAN-B. Untuk itu pemecahannya ternyata mudah, saya tinggal menambahkan routing ke jaringan di LAN-B dengan menjalankan perintah route add -net di mesin 10.10.4.1 seperti ini:

# route add -net 192.168.10.0/24 gw 10.10.4.55

Lalu saat komputer di LAN-A atau LAN-B melakukan ping ke komputer di LAN-B dan sebaliknya, tidak ada lagi request time out …

Sekarang tinggal melakukan konfigurasi sehingga LAN-B bisa konek ke internet dengan melakukan instalasi proxy … saya juga berniat untuk melakukan instalasi DHCP agar LAN-B bisa di konfigurasi dengan mudah. Maklum, sebelumnya saya menggunakan instalasi serba klik-klak-kluk ala M$:mrgreen: