Ulun Rapuy Debian

Hanyu Rapuy, Aku Jua Rapuy

Mencari Tahu Space Hardisk Linux Debian Etch-ku

tinggalkan komentar »

Lagi bingung sampe mo bikin program sendiri untuk nyari tahu space yang terpakai dan tersisa di hardisk pake perintah shell. Karena pas nginstall router ini benar-benar cuma dipake yang diperlukan saja. Trus baru tahunya pas ga sengaja mampir ke situs punya Debian ~ sebenarnya memang maksudnya itu :D ~ dan mendapatkan perintah df!

Sekalian juga sebagai pembandingan buat teman-teman yang baca, bahwa hardisk kecil bukan masalah kalo cuma untuk router sama proxy. Memang sih kita gak boleh melupakan pengguna yang mengakses itu berapa orang, tapi sampe saat ini run fine aja tuh ;)

tonier@tonier:/$ df -h
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/hda1             1.4G  510M  818M  39% /
tmpfs                  63M     0   63M   0% /lib/init/rw
udev                   10M   40K   10M   1% /dev
tmpfs                  63M     0   63M   0% /dev/shm

Bisa dilihat kan kecilnya …

NB, yang terinstall adalah:

  1. Debian Etch standar
  2. Proxy Squid
  3. SSH Server

Planning ke depannya  mo tambah DHCP biar mudah setingannya.

Written by bisaku

Agustus 9, 2008 at 12:49 pm

Ditulis dalam artikel

Ping Not Replied From Win XP Client!

tinggalkan komentar »

Gak ngurus lagi tentang judul, penting mewakili perasaan.

Router kecil sudah sip, cuma yang jadi penasaran pada waktu melakukan percobaan ping ~ gila baru dicoba ini pagi karena saking PDnya ~ dari router ke client di ruang sebelah. Ternyata, request time out … Ga ada sinyal.

Padahal dari komputer sebelah ke router, bisa dengan bagus.

Sampai beberapa percobaan belum ada hasil, termasuk memasukkan perintah route add lagi. Ternyata saya lupa dengan aturan paling pertama saat make Win XP, dan mesin-mesin lain saat mencoba jaringan.

Check Dulu Firewall nya !! Di Win XP masuk Control Panel lalu akses Firewall dan masuk ke tab Advanced dan lihat di setting untuk Local Area Network. Lalu lihat lagi di tab ICMP untuk jendela setting baru yang muncul, ternyata sesuai perkiraan … Allow incoming echo request tidak di aktifkan …

Permasalahan selesai dan tidak perlu pake route macam-macam :-)

Written by bisaku

Agustus 9, 2008 at 10:28 am

Ditulis dalam setting

Squid ‘HANYA’ Sebagai Forward Proxy Ke Proxy Induk

tinggalkan komentar »

Well, susah menjelaskannya jadi judulnya jadi rada kabur.

Mulai bercerita …

Router kecil tadi perlu asupan gizi karena hardisknya yang kecil banget, jadi gak bisa terlalu banyak menyimpan cache dari para pengguna kantor di ruang sebelah. Solusi pertama sih menggunakan setting cache_dir dengan nilai besarannya maximalnya ~ benar gitu ya :D ~ saya kecilkan menjadi 45 dari defaultnya 100 seperti dibawah ini:

cache_dir ufs /var/spool/squid 45 16 256

Tapi kalau dipikir-pikir lagi di kantor ada proxy yang diinstall di komputer dengan hardisknya sampe 80 GB lebih ~ wuih ~ yang tidak terpakai dengan baik karena pengakses sampai sekarang belum optimal ~ LAN belum diinstall semuanya karena kantor masih baru ~ benar. Karena itu daripada memikir solusi untuk melakukan penambahan hardisk, lebih baik mencari jalan lain sehingga proxy di mesin kecil ini hanya melakukan forwarding ke proxy lainnya tanpa harus menyimpan cache di lokal.

Pencarian mulai terjadi dan mendapatkan link di situs referensi di bawah. Solusinya melalui variable cache_dir yang akan menspesifikasikan caches lain di dalam sebuah ~ moga benar pengertian saya ~ hierarki. Setting ini sendiri menggunakan format:

cache_peer hostname type http-port icp-port [options]

Salah satu yang menarik saya adalah pada bagian setting untuk options yang optional, terdapat pilihan penggunaan nilai proxy-only yang akan memerintahkan squid pada waktu mengambil objek cache dari hostname haruslah tidak melakukan caching di lokal.

Jadi terpecahkanlah persoalan saya tersebut, sehingga yang dilakukan adalah dengan menambahkan setting berikut di bagian cache_peer; dimana proxy induk berada di 10.10.4.1:3130

cache_peer 10.10.4.1 parent 3130 3130 proxy-only default

Lalu squid di restart …

# /etc/init.d/squid restart

See ya …

Referensi:

Written by bisaku

Agustus 8, 2008 at 1:53 pm

Ditulis dalam setting

Ditandai dengan

Symantec Live Update Error Karena Squid Proxy Server

with one comment

Router di ubah lagi karena mesin yang lama terlalu besar dan terlalu besar-besaran kalau saja tidak bisa dibilang berlebihan. Jadi dari gudang diambil komputer yang agak kecil, PII 128 MB dengan hardisk hanya 1,5 GB. Benar-benar kecil banget lalu di install Debian Etch yang minimal saja.

Kemudian akses komputer di sediakan dengan proxy dengan cara yang sudah-sudah lalu jalan. Tetapi di client terjadi masalah, Symantec Endpoint Protection tidak bisa menjalankan LiveUpdate secara benar. Padahal melalui browser Mozilla Firefox sudah bisa melakukan koneksi!

Pencarian dilakukan di internet, tapi tidak menampakkan hasil. Sedang di Symantec ini sendiri tidak terdapat akses untuk melakukan setting terhadap proxy. Nampaknya software ini mengambil setting default. Lalu iseng melakukan koneksi dengan Microsoft Internet Explorer yang juga mesti mengubah setting proxy ke nomor IP baru. Kemudian the story goes on … setelah berhasil dengan M$ IE, updating dilakukan lagi dan … whoala …. baru bisa bekerja dengan baik!!

Nampaknya Symantec memang M$ minded? Entahlah..

Written by bisaku

Agustus 8, 2008 at 1:12 pm

Ditulis dalam setting

Block Ads-Iklan Menggunakan Proxy Squid 2.6 dan Adzap

with 3 comments

Adzap adalah sebuah program PERL yang ditulis untuk mencari dan kemudian mengganti berbagai macam iklan yang ada di pada situs web yang saat itu di akses oleh pengguna melalui Server Proxy, Squid. Cara kerja Adzap sendiri, menggunakan opsi redirector yang dimiliki oleh Squid.

Squid sendiri diciptakan untuk melakukan caching terhadap situs web yang diakses melalui Squid, sehingga pada akses selanjutnya ~ melalui metode tertentu ~ Squid bisa saja tidak melakukan request ke Internet, tetapi akan mengambil langsung dari cache yang tersedia di lokal. Hal ini tentu bukan hanya menghemat bandwith, tapi juga bisa mempercepat proses browsing yang pengguna Squid lakukan.

Squid pada prosesnya akan melakukan redirect URL yang diminta oleh pengguna, kemudian Adzap akan melakukan proses untuk melakukan identifikasi berbagai URL yang mengandung iklan, pop-up windows yang tidak diinginkan dan berbagai isi yang tidak dikehendaki lainnya menggunakan reqular expressions.

Hampir semua iklan seperti flash, gambar, atau client-side script dan file lainnya yang berhasil diidentifikasi oleh Adzap akan dimatikan tanpa pengguna ketahui ….

Written by bisaku

Juli 9, 2008 at 12:14 pm

Ditulis dalam artikel, instalasi, setting

Ditandai dengan

apt-get moo got Have you mooed today?

tinggalkan komentar »

Lagi iseng, coba-coba jalankan perintah apt-get moo dan …

xxxx:~$ apt-get moo
         (__)
         (oo)
   /------\/
  / |    ||
 *  /\---/\
    ~~   ~~
...."Have you mooed today?"...

Coba sendiri di konsol mu :mrgreen:

Written by bisaku

Juli 7, 2008 at 1:36 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Mengintip URL Yg Diakses Pengguna Proxy Squid 2.6

tinggalkan komentar »

Saya kemarin penasaran dengan teman-teman yang ramai sekali berdiskusi di ruang sebelah sambil melihat monitor. Kalau mendengar dari pembicaraanya, ini seperti menceritakan tentang internet dan saya putuskan juga untuk mengetahui apa yang mereka sedang akses.

Saya kemudian melakukan remote ke server proxy yang menggunakan transparent proxy dengan Squid 2.6 menggunakan Putty dari W$ XP dan menjalankan perintah berikut ini …

# tail -f /var/log/squid/access.log |grep 10.10.4.32
1199307327.658    263 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4177 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
1199307327.864    244 10.10.4.32 TCP_MISS/200 1827 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream
1199307327.919    261 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4164 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
1199307328.158    294 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4057 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream
1199307328.182    263 10.10.4.32 TCP_MISS/200 2358 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
1199307328.397    239 10.10.4.32 TCP_MISS/200 2285 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream
1199307328.453    271 10.10.4.32 TCP_MISS/200 1562 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream

Dimana nomor IP terakhir adalah nomor IP yang sedang digunakan teman-teman saya tersebut. Wow, ternyata …. mereka sedang rame mendiskusikan tentang Google Map :-)

Ternyata kekhawatiran saya terlalu besar :mrgreen:

Written by bisaku

Juli 7, 2008 at 11:43 am

Ditulis dalam Uncategorized

Ditandai dengan

Hak Akses/Perijinan File di Linux

tinggalkan komentar »

Tulisan tentang hak akses/perijinan file di LINUX ini sebenarnya sudah banyak beredar di internet. Tapi saya menulisnya lagi demi pemahaman saya sendiri atas konsep yang sangat penting tersebut dengan harapan semoga Anda bisa juga mendapatkan tujuan pemahaman yang sama dengan saya, selaku seorang pemula di lingkungan yang asing ini.

Berikut bagian-bagian yang terdapat pada tulisan ini:

  1. Pengantar
  2. Merubah Hak Akses Sebuah File
  3. Mengubah Kepemilikan File
  4. Mengubah Group Pemilik File

Lanjutkan membacanya…

Written by bisaku

Juli 5, 2008 at 10:56 am

Ditulis dalam artikel

Sharing Folder Samba Untuk Guest Tanpa Minta Password

tinggalkan komentar »

Seorang teman ingin menggunakan sharing di server Debian saya agar tidak dimintai password lagi. Karena itu saya memikirkan untuk membuat folder shamba yang telah saya install aplikasi samba servernya, agar bisa digunakan oleh semua orang tanpa perlu lagi dimintai password.

Sebagai persiapan lokasi di server saya membuat sebuah folder bernama allusers di…

Written by bisaku

Juli 3, 2008 at 12:04 pm

Ditulis dalam setting

Ditandai dengan

Install DNS Server Bind 9 Untuk LAN

with 2 comments

Proses pembelajaran selanjutnya adalah melakukan instalasi DNS Server. Dalam bayangan yang ada pada saya saat ini adalah: “Saya ingin agar pada saat saya mengelola jaringan nantinya, saya tidak perlu lagi menghapalkan nomor IP yang terkadang karena banyaknya komputer yang terhubung akan sulit sekali dihapalkan”. Pada prinsip atau kata yang sederhana, mempergunakan DNS Server saya bisa mewujudkan bayangan yang saya impikan tersebut.

Sebagai perencanaan awal saya telah menetapkan lewu-tatau.lan….

Written by bisaku

Juli 2, 2008 at 2:33 pm

Ditulis dalam instalasi, setting

Ditandai dengan