Mencari Tahu Space Hardisk Linux Debian Etch-ku
Lagi bingung sampe mo bikin program sendiri untuk nyari tahu space yang terpakai dan tersisa di hardisk pake perintah shell. Karena pas nginstall router ini benar-benar cuma dipake yang diperlukan saja. Trus baru tahunya pas ga sengaja mampir ke situs punya Debian ~ sebenarnya memang maksudnya itu
~ dan mendapatkan perintah df!
Sekalian juga sebagai pembandingan buat teman-teman yang baca, bahwa hardisk kecil bukan masalah kalo cuma untuk router sama proxy. Memang sih kita gak boleh melupakan pengguna yang mengakses itu berapa orang, tapi sampe saat ini run fine aja tuh
tonier@tonier:/$ df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/hda1 1.4G 510M 818M 39% /
tmpfs 63M 0 63M 0% /lib/init/rw
udev 10M 40K 10M 1% /dev
tmpfs 63M 0 63M 0% /dev/shm
Bisa dilihat kan kecilnya …
NB, yang terinstall adalah:
- Debian Etch standar
- Proxy Squid
- SSH Server
Planning ke depannya mo tambah DHCP biar mudah setingannya.
Ping Not Replied From Win XP Client!
Gak ngurus lagi tentang judul, penting mewakili perasaan.
Router kecil sudah sip, cuma yang jadi penasaran pada waktu melakukan percobaan ping ~ gila baru dicoba ini pagi karena saking PDnya ~ dari router ke client di ruang sebelah. Ternyata, request time out … Ga ada sinyal.
Padahal dari komputer sebelah ke router, bisa dengan bagus.
Sampai beberapa percobaan belum ada hasil, termasuk memasukkan perintah route add lagi. Ternyata saya lupa dengan aturan paling pertama saat make Win XP, dan mesin-mesin lain saat mencoba jaringan.
Check Dulu Firewall nya !! Di Win XP masuk Control Panel lalu akses Firewall dan masuk ke tab Advanced dan lihat di setting untuk Local Area Network. Lalu lihat lagi di tab ICMP untuk jendela setting baru yang muncul, ternyata sesuai perkiraan … Allow incoming echo request tidak di aktifkan …
Permasalahan selesai dan tidak perlu pake route macam-macam
Squid ‘HANYA’ Sebagai Forward Proxy Ke Proxy Induk
Well, susah menjelaskannya jadi judulnya jadi rada kabur.
Mulai bercerita …
Router kecil tadi perlu asupan gizi karena hardisknya yang kecil banget, jadi gak bisa terlalu banyak menyimpan cache dari para pengguna kantor di ruang sebelah. Solusi pertama sih menggunakan setting cache_dir dengan nilai besarannya maximalnya ~ benar gitu ya
~ saya kecilkan menjadi 45 dari defaultnya 100 seperti dibawah ini:
cache_dir ufs /var/spool/squid 45 16 256
Tapi kalau dipikir-pikir lagi di kantor ada proxy yang diinstall di komputer dengan hardisknya sampe 80 GB lebih ~ wuih ~ yang tidak terpakai dengan baik karena pengakses sampai sekarang belum optimal ~ LAN belum diinstall semuanya karena kantor masih baru ~ benar. Karena itu daripada memikir solusi untuk melakukan penambahan hardisk, lebih baik mencari jalan lain sehingga proxy di mesin kecil ini hanya melakukan forwarding ke proxy lainnya tanpa harus menyimpan cache di lokal.
Pencarian mulai terjadi dan mendapatkan link di situs referensi di bawah. Solusinya melalui variable cache_dir yang akan menspesifikasikan caches lain di dalam sebuah ~ moga benar pengertian saya ~ hierarki. Setting ini sendiri menggunakan format:
cache_peer hostname type http-port icp-port [options]
Salah satu yang menarik saya adalah pada bagian setting untuk options yang optional, terdapat pilihan penggunaan nilai proxy-only yang akan memerintahkan squid pada waktu mengambil objek cache dari hostname haruslah tidak melakukan caching di lokal.
Jadi terpecahkanlah persoalan saya tersebut, sehingga yang dilakukan adalah dengan menambahkan setting berikut di bagian cache_peer; dimana proxy induk berada di 10.10.4.1:3130
cache_peer 10.10.4.1 parent 3130 3130 proxy-only default
Lalu squid di restart …
# /etc/init.d/squid restart
See ya …
Referensi:
Symantec Live Update Error Karena Squid Proxy Server
Router di ubah lagi karena mesin yang lama terlalu besar dan terlalu besar-besaran kalau saja tidak bisa dibilang berlebihan. Jadi dari gudang diambil komputer yang agak kecil, PII 128 MB dengan hardisk hanya 1,5 GB. Benar-benar kecil banget lalu di install Debian Etch yang minimal saja.
Kemudian akses komputer di sediakan dengan proxy dengan cara yang sudah-sudah lalu jalan. Tetapi di client terjadi masalah, Symantec Endpoint Protection tidak bisa menjalankan LiveUpdate secara benar. Padahal melalui browser Mozilla Firefox sudah bisa melakukan koneksi!
Pencarian dilakukan di internet, tapi tidak menampakkan hasil. Sedang di Symantec ini sendiri tidak terdapat akses untuk melakukan setting terhadap proxy. Nampaknya software ini mengambil setting default. Lalu iseng melakukan koneksi dengan Microsoft Internet Explorer yang juga mesti mengubah setting proxy ke nomor IP baru. Kemudian the story goes on … setelah berhasil dengan M$ IE, updating dilakukan lagi dan … whoala …. baru bisa bekerja dengan baik!!
Nampaknya Symantec memang M$ minded? Entahlah..
Block Ads-Iklan Menggunakan Proxy Squid 2.6 dan Adzap
Adzap adalah sebuah program PERL yang ditulis untuk mencari dan kemudian mengganti berbagai macam iklan yang ada di pada situs web yang saat itu di akses oleh pengguna melalui Server Proxy, Squid. Cara kerja Adzap sendiri, menggunakan opsi redirector yang dimiliki oleh Squid.
Squid sendiri diciptakan untuk melakukan caching terhadap situs web yang diakses melalui Squid, sehingga pada akses selanjutnya ~ melalui metode tertentu ~ Squid bisa saja tidak melakukan request ke Internet, tetapi akan mengambil langsung dari cache yang tersedia di lokal. Hal ini tentu bukan hanya menghemat bandwith, tapi juga bisa mempercepat proses browsing yang pengguna Squid lakukan.
Squid pada prosesnya akan melakukan redirect URL yang diminta oleh pengguna, kemudian Adzap akan melakukan proses untuk melakukan identifikasi berbagai URL yang mengandung iklan, pop-up windows yang tidak diinginkan dan berbagai isi yang tidak dikehendaki lainnya menggunakan reqular expressions.
apt-get moo got Have you mooed today?
Lagi iseng, coba-coba jalankan perintah apt-get moo dan …
xxxx:~$ apt-get moo
(__)
(oo)
/------\/
/ | ||
* /\---/\
~~ ~~
...."Have you mooed today?"...
Coba sendiri di konsol mu
Mengintip URL Yg Diakses Pengguna Proxy Squid 2.6
Saya kemarin penasaran dengan teman-teman yang ramai sekali berdiskusi di ruang sebelah sambil melihat monitor. Kalau mendengar dari pembicaraanya, ini seperti menceritakan tentang internet dan saya putuskan juga untuk mengetahui apa yang mereka sedang akses.
Saya kemudian melakukan remote ke server proxy yang menggunakan transparent proxy dengan Squid 2.6 menggunakan Putty dari W$ XP dan menjalankan perintah berikut ini …
# tail -f /var/log/squid/access.log |grep 10.10.4.32 1199307327.658 263 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4177 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream 1199307327.864 244 10.10.4.32 TCP_MISS/200 1827 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream 1199307327.919 261 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4164 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream 1199307328.158 294 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4057 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream 1199307328.182 263 10.10.4.32 TCP_MISS/200 2358 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream 1199307328.397 239 10.10.4.32 TCP_MISS/200 2285 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream 1199307328.453 271 10.10.4.32 TCP_MISS/200 1562 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
Dimana nomor IP terakhir adalah nomor IP yang sedang digunakan teman-teman saya tersebut. Wow, ternyata …. mereka sedang rame mendiskusikan tentang Google Map
Ternyata kekhawatiran saya terlalu besar
Hak Akses/Perijinan File di Linux
Tulisan tentang hak akses/perijinan file di LINUX ini sebenarnya sudah banyak beredar di internet. Tapi saya menulisnya lagi demi pemahaman saya sendiri atas konsep yang sangat penting tersebut dengan harapan semoga Anda bisa juga mendapatkan tujuan pemahaman yang sama dengan saya, selaku seorang pemula di lingkungan yang asing ini.
Berikut bagian-bagian yang terdapat pada tulisan ini:
Sharing Folder Samba Untuk Guest Tanpa Minta Password
Seorang teman ingin menggunakan sharing di server Debian saya agar tidak dimintai password lagi. Karena itu saya memikirkan untuk membuat folder shamba yang telah saya install aplikasi samba servernya, agar bisa digunakan oleh semua orang tanpa perlu lagi dimintai password.
Sebagai persiapan lokasi di server saya membuat sebuah folder bernama allusers di…
Install DNS Server Bind 9 Untuk LAN
Proses pembelajaran selanjutnya adalah melakukan instalasi DNS Server. Dalam bayangan yang ada pada saya saat ini adalah: “Saya ingin agar pada saat saya mengelola jaringan nantinya, saya tidak perlu lagi menghapalkan nomor IP yang terkadang karena banyaknya komputer yang terhubung akan sulit sekali dihapalkan”. Pada prinsip atau kata yang sederhana, mempergunakan DNS Server saya bisa mewujudkan bayangan yang saya impikan tersebut.
Sebagai perencanaan awal saya telah menetapkan lewu-tatau.lan….