Di server backup setiap jam akan dilakukan proses backup ke USB, yang akan dilakukan sebagai offline backup. Permasalahannya terletak pada USB yang menggunakan Seagate akan masuk ke dalam mode sleeping walaupun terdapat proses pada USB Drive tersebut. Hal ini adalah normal mengingat; apabila Drive yang terdapat dalam USB Drive tersebut selalu dihidupkan maka kemungkinan yang terjadi adalah kerusakan permanen pada media ini.
Berikut script backup yang Saya gunakan …
#!/bin/sh
# ini digunakan untuk update data yang di backup ke directory now setiap jam
backup_usb="/backup.usb";
backup_device_UID="ef4d15f4-55a9-4e7c-97b8-36c227b1744b";
rsync_source="/backup/snapshot_data_main_lpse/hourly.0/data-main-app.lpse/";
now_dir="$backup_usb/now";
# make sure main backup by rsnapshot doesn't run
while [ -f /var/run/rsnapshot.pid ]; do
# if in run then sleep for 2 minutes
sleep 2 m
done;
if [ ! -f /backup.usb/amiexist.yet ]; then
echo "drive not mounted";
umount "$backup_usb/"
# remount device dulu jaga-jaga tidak di mount
#mount -o remount,rw -t ext3 -U $backup_device_UID $backup_usb ;
#if (( $? )); then
# echo "snapshot die? try to mount now";
#while [ ! -f /backup.usb/amiexist.yet ]; do
mount -t ext3 -U $backup_device_UID $backup_usb ;
#make sure it mounted, we wait!
sleep 1 m
#done;
#fi;
fi;
# lalu di rsync
rsync -a --delete "$rsync_source" "$now_dir/"
# update directory yang jdi sasaran
touch "$now_dir"
Pada bagian umount “$backup_usb/”, setelah backup_usb tersebut di umount maka script kemudian melakukan mount lagi untuk memastikan bahwa USB Drive ini bisa di mount. Ternyata terjadi kegagalan dan proses script dibawahnya melakukan rsync, bedanya kali ini space yang ditulis adalah yang di hardisk dan bukan di USB Drive.
Akibatnya root langsung FULL.

Solusinya adalah menghapus folder hasil rsync di hardisk local.
Ini adalah mimpi buruk pagi hari setelah pertengkaran tadi malam! Ups, kok jadi blog curhat, just fuck off …
Entah bagaimana caranya saya jadi lupa password untuk account root di salah satu server Debian Etch yang kami miliki. Semua daya dan upaya telah dicoba untuk mendapatkan password tersebut, termasuk memasukkan semua hal yang saya pernah jadikan password, tetapi nihil. Karena itu dilakukan tindakan segera dan begini langkah-langkah yang saya lakukan …
Note: Saya menggunakan Grub untuk login.
- Edit Pilihan Login untuk Grub
Pada saat masuk untuk memilih pilihan Grub, pilih saja sembarang dan tekan tombol “e” untuk melihat pilihan alur loginnya. Lalu pada pilihan untuk kernel (lihat pada bagian kirinya ada tulisan seperti itu) tekan “e” lagi dan sekarang masuk ke baris untuk mengedit perintah insialisasi kernelnya.
Tambahkan pada akhir baris dengan tulisan init=/bin/bash lalu tekan Enter dan saat masuk di pilihan awal tekan tombol “b” untuk melakukan booting.
- Saat Ada di Shell Minimal Untuk Root
Di Komputer saya, saya sudah dapat shell dengan account root! Lalu saya melakukan perintah passwd untuk mengubah password saya. Tapi sayang, ada error dengan salah satu pesannya adalah: passwd: Authentication token lock busy. Begitu terus tampil sehingga saya mendapatkan dari salah satu referensi bahwa pada saat itu system hanya melakukan mounting dalam mode readonly! WTF!! Janc****k pun keluar semua
Sehingga saya mendapatkan informasi bahwa memang harus dilakukan mounting ulang pada system, dan mendapatkan referensi bagus untuk itu (silahkan lihat di bawah). Lalu saya melakukan perintah ini lebih dahulu:
mount -o remount,rw /
mount -o remount,rw /proc
Setelah itu baru dijalankan perintah passwd dan sukses besar
- Reboot
Agar bisa segera mencobanya saya ketikkan perintah reboot dan proses berjalan kembali dengan normal, tentu saja dengan password root yang baru!
Seperti biasa, ini Referensinya biar saya gak dibilang copas:
Lagi iseng, coba-coba jalankan perintah apt-get moo dan …
xxxx:~$ apt-get moo
(__)
(oo)
/------\/
/ | ||
* /\---/\
~~ ~~
...."Have you mooed today?"...
Coba sendiri di konsol mu
Saya kemarin penasaran dengan teman-teman yang ramai sekali berdiskusi di ruang sebelah sambil melihat monitor. Kalau mendengar dari pembicaraanya, ini seperti menceritakan tentang internet dan saya putuskan juga untuk mengetahui apa yang mereka sedang akses.
Saya kemudian melakukan remote ke server proxy yang menggunakan transparent proxy dengan Squid 2.6 menggunakan Putty dari W$ XP dan menjalankan perintah berikut ini …
# tail -f /var/log/squid/access.log |grep 10.10.4.32
1199307327.658 263 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4177 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
1199307327.864 244 10.10.4.32 TCP_MISS/200 1827 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream
1199307327.919 261 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4164 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
1199307328.158 294 10.10.4.32 TCP_MISS/200 4057 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream
1199307328.182 263 10.10.4.32 TCP_MISS/200 2358 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
1199307328.397 239 10.10.4.32 TCP_MISS/200 2285 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.190 application/octet-stream
1199307328.453 271 10.10.4.32 TCP_MISS/200 1562 GET http://kh.google.com/flatfile? - DIRECT/66.249.89.93 application/octet-stream
Dimana nomor IP terakhir adalah nomor IP yang sedang digunakan teman-teman saya tersebut. Wow, ternyata …. mereka sedang rame mendiskusikan tentang Google Map
Ternyata kekhawatiran saya terlalu besar
Tulisan tentang hak akses/perijinan file di LINUX ini sebenarnya sudah banyak beredar di internet. Tapi saya menulisnya lagi demi pemahaman saya sendiri atas konsep yang sangat penting tersebut dengan harapan semoga Anda bisa juga mendapatkan tujuan pemahaman yang sama dengan saya, selaku seorang pemula di lingkungan yang asing ini.
Berikut bagian-bagian yang terdapat pada tulisan ini:
- Pengantar
- Merubah Hak Akses Sebuah File
- Mengubah Kepemilikan File
- Mengubah Group Pemilik File
Lanjutkan membacanya…
Komentar Terakhir